pasar-tradisional-ppkm

PPKM Lanjut, IKAPPI Minta Insentif dan Masker Gratis

JAKARTA – Pemerintah resmi memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Dalam kebijakan tersebut diatur bahwa pasar tradisional untuk kebutuhan pokok tetap diizinkan seperti biasa.

Sementara pasar tradisional yang menjual selain kebutuhan pokok hanya diizinkan buka hingga pukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merespon baik akan kebijakan ini hanya saja dengan beberapa catatan.

Ketua DPP Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, salah satu catatannya adalah meminta pemerintah daerah untuk tidak sewenang-wenangnya memberlakukan kebijakan ini di daerah masing-masing.

“Kami meminta agar pemerintah daerah tidak “balelo” atau tidak sewenang-wenangnya terhadap kebijakan masing-masing daerah yang sudah diarahkan oleh presiden.

Artinya pembukaan pasar tradisional harus menyeluruh walau bukan pedagang yang menjual bahan pokok tetap harus dibuka dengan protokol kesehatan dan ketetapan jam operasional,” ujar Abdullah kepada Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Sementara untuk insentif, Ikappi meminta kepada pemerintah pusat atau daerah untuk melakukan pendataan kepada para pedagang untuk diberikan insentif.

“Pedagang-pedagang yang sangat membutuhkan agar mendapat insentif atau mendapat penambahan modal karena kondisi yang terpuruk selama beberapa bulan terakhir,” ungkap Abdullah.

Selain itu, Ikappi meminta kepada pemerintah daerah untuk gencar melakukan pembagian masker.

Sebab, menurut dia, bagaimanapun kondisi pedagang cukup sulit untuk harus membeli masker dan menggunakan setiap hari berganti.

Ikappi juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memperkuat protokol kesehatan dengan mengecek kembali tempat pencuci tangan, sabun dan perlengkapan lain.

“Ini yang perlu dilakukan, kami minta pemerintah daerah gencar melakukan sosialisasi penggunaan masker dan sekaligus melakukan protokol kesehatan sebagaimana yang diarahkan oleh bapak Presiden,” ungkap Abdullah.

“Kami berharap agar kebijakan ini dilakukan dengan serius dan dijalankan agar perputaran ekonomi daerah agar pulih dan pasar tradisional kembali menjadi tempat transaksi yang nyaman untuk masyarakat,” tutup dia.

Sumber: kompas.com

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter