joe-biden

Biden Cabut Stimulus Industri Migas

Bisnis, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mencabut stimulus untuk perusahaan minyak dan gas serta menaikkan tarif pajak bagi perusahaan yang berisiko pada pencemaran lingkungan.

Pemerintah Negeri Paman Sam mengklaim, kebijakan tersebut akan meningkatkan penerimaan negara hingga US$35 miliar selama 10 tahun ke depan.

“Manfaat dari subsidi saat ini terkonsentrasi pada sege lintir perusahaan besar,” kata laporan Kementerian Keuangan dalam Rencana Pajak Made In America, dilansir Bloomberg, Kamis (8/4).

Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya AS untuk menimbun dana dalam rangka merealisasikan program infrastruktur jangka panjang.

Aksi Biden tersebut memperluas proposal pajak dalam paket ekonomi Biden senilai US$2,25 triliun yang diumumkan pekan lalu.

“Dampak utamanya adalah keuntungan perusahaan minyak dan gas. Penelitian menunjukkan sedikit dampak pada harga bensin atau energi untuk konsumen AS dan sedikit dampak pada keamanan energi kita,” tulis laporan itu.

Produsen minyak dan gas mendapatkan keuntungan dari elemen kode pajak yang memungkinkan mereka mengurangi biaya pengeboran di awal siklus proyek dan mampu menanggung kerugian selama beberapa tahun.

Kelompok industri mengklaim langkah-langkah ini tidak spesifik untuk bahan bakar fosil dan dirancang untuk mendorong investasi.

Meski demikian, rencana pajak Biden jelas dalam niatnya untuk membidik industri minyak dan gas, sambil memberikan insentif untuk energi bersih, ketahanan terhadap perubahan iklim, dan penyimpanan karbon.

“Preferensi pajak untuk produsen minyak, gas dan batu bara hari ini mengurangi kewajiban pajak mereka relatif terhadap perusahaan lain,” tulis Departemen Keuangan.

Dokumen tersebut mengutip penelitian akademis yang diterbitkan oleh Proceedings of the National Academy of Sciences yang menemukan EQT Corp., Exxon Mobil Corp., BP Plc., Chesapeake Energy Corp., dan Chevron Corp.

Kelimanya adalah penerima teratas dari subsidi implisit kepada produsen bahan bakar fosil yang digulirkan pada 2018 silam.

Sumber: Harian Bisnis Indonesia

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter