astra-international

Bahan Bakar Laju Pemulihan ASII

PT Astra International Tbk. sebagai market leader sektor otomotif di Indonesia dipastikan terbantu dengan adanya relaksasi PPnBM serta harapan pemulihan ekonomi setelah vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19.

Pemerintah telah memperluas daftar penerima insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP) dari mobil berkapasitas mesin 1.500 cc hingga 2.500 cc.

Setidaknya terdapat dua pabrikan otomotif dipastikan menikmati diskon tersebut, yaitu PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) melalui model Fortuner dan Innova, sementara PT Honda Prospect Motor (HPM) memiliki daftar HR-V 1.8 serta CR-V.

Adapun, diskon PPnBM tersebut digulirkan dalam dua tahap sepanjang tahun ini. Tahap pertama dimulai pada bulan April hingga Agustus.

Selanjutnya, tahap kedua akan mulai dilakukan dari September sampai dengan Desember. PT Astra International Tbk. (ASII) sebagai market leadersektor otomotif di Indonesia dipastikan terbantu dengan adanya sentimen diskon tersebut.

Ditambah lagi dengan harapan pemulihan ekonomi setelah vaksinasi dan penurunan kasus Covid-19.ASII juga menawarkan banyak pilihan bagi masyarakat Indonesia untuk tipe mobil keluarga dengan kapasitas mesin 1.500-2.500 cc yang mendapatkan insentif pajak, seperti Innova dan Avanza.

Head of Corporate Communications Astra International Boy Kelana Subroto mengatakan sesuai dengan proyeksi Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), insentif tersebut dapat menambah penjualan kendaraan roda empat.

“PPnBM akan dapat menambah penjualan 82.000 unit roda empat pada 2021, dari pada perkiraan penjualan 750.000 unit yang disampaikan Gaikindo sebelumnya,” kata Boy kepada Bisnis, Senin (5/3).

Sepanjang Februari 2021, Grup Astra total menjual 26.502 unit mobil non-LCGC, lebih rendah 1,22% dari realisasi penjualan Januari 2021 secara domestik yang menjual sebanyak 26.830.

Jika dibandingkan dengan kinerja Februari 2020 sebelum kasus pertama Covid-19, realisasi ini masih anjlok 38,5%. Di sisi lain, penjualan segmen mobil LCGC Astra meningkat menjadi 8.107 unit pada Februari dari periode Januari 2021 yang menjual sebanyak 7.179 unit mobil LCGC.

Secara detail, grup Astra berhasil menjual mobil dengan brand Toyota sebanyak 15.238 unit, Daihatsu 9.412 unit, Isuzu 1.833 unit, dan Peugeot sebanyak 19 unit.

Untuk market share, Astra berhasil meningkatkan market share penjualan Februari menjadi 54% dibandingkan dengan penjualan pada Januari 2021 yang sebesar 51%.

Dari segmen LCGC, market share Astra sedikit turun menjadi 68% dari posisi Januari 2021 sebesar 74%. Kebijakan penurunan tarif PPnBM untuk kendaraan bermotor, diklaim baru akan membuahkan hasil dengan meningkatnya pesanan yang dialami oleh sejumlah prinsipal dalam negeri pada Maret.

Diproyeksikan pengurangan pajak tersebut memiliki manfaat cukup besar bagi Innova yang memiliki PPnBM sekitar Rp64 jutaan, setelah mendapatkan insentif 50% menjadi sekitar Rp34 juta.

Selisih tersebut dimungkinkan untuk meningkatkan permintaan di industri otomotif.

PROSPEK MENARIK

Head of Equity Trading MNC Sekuritas Medan Frankie Wijoyo Prasetio mengatakan prospek saham ASII cukup menarik karena harganya terdiskon akibat kinerja yang sempat meredup sekitar 26% tahun lalu lantaran terpukul pandemi Covid-19.

“Namun ini juga yang menjadi kesempatan jika hendak mengoleksi sahamnya, apalagi tertopang insentif diskon 50% PPnBM dan pemulihan ekonomi,” kata Frankie kepada Bisnis.

Dia merekomendasikan saham ASII di level harga Rp6500-Rp7.000 jika kinerja emiten otomotif tersebut kembali sama seperti sebelum pandemi Covid-19.

Pada 2020, emiten berkode saham ASII itu membukukan pendapatan Rp175,04 triliun, turun 26,19% dari realisasi Rp237,16 triliun pada 2019. Pendapatan terbesar perseroan bersumber dari segmen otomotif dengan penjualan sebelum eliminasi senilai Rp67,94 triliun dan segmen alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi senilai Rp60,34 triliun.

Pada saat yang sama, beban pokok penjualan ASII juga menyusut 26,98% year-on-year (yoy) menjadi Rp136,48 triliun.

Secara organik, ASII mengantongi laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,28 triliun pada 2020.

Realisasi itu turun 52,63% yoy dari capaian Rp21,7 triliun pada 2019.Namun, bottom line ASII dipertebal oleh keuntungan penjualan investasi PT Bank Permata Tbk. (BNLI) senilai Rp5,88 triliun.

Alhasil, total laba bersih ASII pada akhir 2020 mencapai Rp16,16 triliun atau turun 25,54% secara tahunan.Pendapatan yang dikantongi ASII pada 2020 masih sejalan dengan konsensus analis sebesar Rp174,99 triliun.

Namun, laba bersihnya mampu melampaui proyeksi Rp15,46 triliun.Di lain pihak, Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta merekomendasikan akumulasi untuk ASII.

Menurutnya secara jangka pendek target pricepada level Rp5.500-Rp5.800, sementara dalam jangka panjang pada level Rp6.600, Rp6.650, dan Rp7.775. Dia mengatakan berdasarkan proyeksi Gaikindo, penjualan kendaraan bermotor diproyeksikan hingga 750.000 unit kendaraan hingga 2021.

“Relaksasi pajak seyogyanya berpotensi mendongkrak daya beli otomotif di tanah air. Diskon penjualan mobil pada akhir tahun juga membantu meningkatkan penjualan kendaraan,” katanya.

Selain itu, dia menuturkan relaksasi PPnBM bagi kendaraan roda empat dapat membantu pemulihan ekonomi.

Perekonomian Indonesia masih dalam keadaan resesi meski menunjukkan tanda-tanda pemulihan, tinggal kuartal I/2021 bisa realisasi kinerja ekonomi keluar dari resesi, di kuartal II/2021 Indonesia bisa akselerasi pertumbuhan, relaksasi PPnBM bisa jadi katalis positif meningkatkan konsumsi tanah air,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Nafan, momentum Ramadan dan Idul Fitri dapat menjadi sentimen positif. Ditambah lagi, jika terdapat pameran otomotif nasional seperti GIIAS juga akan menjadi sentimen positif tambahan.

Sumber: Harian Bisnis Indonesia

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter