rumah mewah modern minimalis

Hunian Premium Naik 25%

Bisnis, SURABAYA — Penjualan properti di Jawa Timur diprediksi terus meningkat seiring adanya adanya relaksasi pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10% mulai Maret—Agustus 2021.

CEO Galaxy Property, Kennard Nugraha mengatakan penjualan properti mengalami perbaikan pada akhir 2020 hingga awal 2021. Dengan tambahan stimulus dari pemerintah tentu akan menambah gairah pasar khususnya kelas premium.

“Transaksi properti segmen premium yang nilainya Rp5 miliar—Rp10 miliar pun sudah mulai bagus. Pada Januari—Februari saja sudah ada kenaikan omzet 25%, dan kami yakin masyarakat butuh properti bukan hanya untuk sarana investasi tetapi juga untuk end-user,” katanya, Rabu (17/3).

Kennard menambahkan momen stimulus dan kondisi harga properti yang relatif sempat terkoreksi seharusnya menjadi kesempatan investor maupun end user untuk membeli properti.

Menurutnya, saat ini kesempatan investor untuk masuk di sektor properti karena akan ada keuntungan di masa depan. Primary Product Director Galaxy Property, Karlina Juwita menambahkan dengan potensi-potensi tersebut pihaknya yakin tahun ini penjualannya bisa naik 70% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kami melihat dari stimulus bebas PPN 10% yang ditujukan untuk properti dengan harga di bawah Rp2 miliar, maka potensi pasar yang bisa digarap adalah di segmen harga rumah tersebut, terutama harga di bawah Rp1 miliar ini paling banyak,” ujarnya.

Karlina menjelaskan selain stimulus pemerintah, saat ini perbankan juga banyak menghadirkan berbagai program KPR/KPA dengan promo suku bunga yang cukup bersaing.

“Untuk meyakinkan pasar, sebetulnya tidak perlu susah-susah karena stimulus ini sudah sangat meyakinkan, dan dari bank juga sudah banyak sekali promosi KPR yang memudahkan dan menguntungkan pembeli.”

Ketua Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Jatim Soesilo Efendy mengatakan pengembang tahun ini lebih optimistis dengan produk rumah yang sudah digarap sejalan dengan mulai bergeraknya aktvitas ekonomi, percepatan program vaksinasi, ditambah dengan adanya stimulus pemerintah.

“Namun apapun itu, menurut saya properti masih akan tetap menarik karena jika dulu orang beli rumah untuk investasi saja, tapi sekarang memang sudah menjadi kebutuhan paling dasar,” katanya.

Sumber: Harian Bisnis Indonesia

Share this post

Share on facebook
Share on google
Share on twitter