Hari Pajak 2020

Relaksasi Pajak Mobil Mendesak - Kamis, 15 Oktober 2020

  • Harian Bisnis Indonesia

Bisnis, JAKARTA — Relaksasi pajak mobil 0% dinilai mendesak diberlakukan untuk mendongkrak kinerja penjualan otomotif. 

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan dalam kondisi pandemi Covid-19, setidaknya ada tiga variabel kuat yang dapat dianalisis, yakni pabrik otomotif tutup dan banyak melakukan konversi pada produk lain seperti masker dan ventilator. Kemudian, adanya disrupsi global supplay chain, dan melemahnya permintaan. 

“Untuk sektor produsennya, kami sudah berikan IOMKI [Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri] dan berbagai stimulus pajak usaha, sedangkan untuk demand kami usulkan keringanan pajak PPnBM yang bersifat mendesak. 

Mudah-mudahan Kementerian Keuangan tidak terlalu lama mengeluarkan kebijakannya,” katanya dalam webinar, Rabu (14/10). Kemenperin telah mengajukan relaksasi sejumlah pajak untuk mendukung keringanan pembelian kendaraan, antara lain pajak 

Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0%, PPN, dan pajak daerah yang mencakup bea balik nama (BBN), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak progresif. 

Taufiek berharap agar krisis Covid-19 ini hanya berdampak sementara dan dapat diselesaikan dengan insentif fi skal, mengingat penentu pemulihan ada pada sisi permintaan. 

 

“Dengan relaksasi pajak ini paling tidak memberikan upaya baru membuka demand yang selanjutnya dapat meningkatkan utilisasi industri,” ujar Taufiek. 

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang menggambarkan dalam setiap produksi, perseroan saat ini melibatkan 400 perusahaan tier 2 dan 3, serta 130 perusahaan tier 1. 

Di sisi lain, pesanan yang masuk tidak mengenal adanya hambatan atau hal lain, termasuk kondisi pandemi. Itu sebabnya, industri sangat membutuhkan sejumlah stimulus untuk membantu kelancaran produksi di samping protokol kesehatan yang terus diterapkan perseroan. 

Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra sebelumnya mengatakan wacana pembebasan pajak yang terlalu lama memungkinkan konsumen menunda pembelian, khususnya di segmen kendaraan penumpang. “Dengan wacana yang terlalu lama bisa menunda pembelian di kendaraan penumpang. Padahal, pajak penjualan atas barang mewah untuk komersial 0%,” ujarnya.