Hari Pajak 2020

Pemerintah Ubah Penerima Insentif - Senin, 12 Oktober 2020

  • Harian Bisnis Indonesia

Pemerintah mengubah jenis barang yang dapat diberikan fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta fasilitas perpajakan terkait dengan penanganan pandemi Covid-19.

Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 149/PMK.04/2020 tentang Perubahan Kedua Atas PMK No. 34/PMK.04/2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai Serta Perpajakan Atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi Covid-19.

Ada beberapa jenis barang yang tidak lagi mendapatkan fasilitas perpajakan terkait dengan penanganan pandemi. Di antaranya rapid test yang dalam aturan sebelumnya mendapat keringanan, dalam beleid baru tak lagi mendapatkan insentif.

Pemerintah juga tak lagi memberikan keringanan untuk sejumlah obat dan vitamin. Dalam beleid yang baru, keringanan hanya diberikan untuk obat jadi dengan pos tarif ex.3002.15.00, ex.3002.12.10, ex.3001.20.00, ex.3001. 90.00, ex.3001.90.00, ex.3004.90.99, 3004.31.00, dan ex.3004. 90.99.

Adapun untuk peralatan medis, jenis barang yang tak lagi mendapatkan keringanan di antaranya alat suntik, high flow oxygen, bronchoscopy portable, dan power air purifying respirator.

Dalam beleid baru, pemerintah menambahkan baby incubator transport sebagai barang penerima insentif. Khusus alat pelindung diri, jenis barang yang masih mendapatkan fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta fasilitas perpajakan adalah masker. Peraturan Menteri ini berlaku pada tanggal diundangkan yakni 8 Oktober 2020